Senin, 10 Maret 2008

Terapi ; Hampa dan Kekosongan Diri

Assalamu’alaikum wr.wb

Shahabat saya yang terkasih. Semoga setelah kita menghabis masa libur
bersama keluarga, teman, dan shahabat. Allah berikan kepada kita kekuatan
yang lebih besar, dari peristirahatan kita kemarin. Sehingga kita menjadi
pribadi yang lebih kuat dan prima hari ini. Untuk membangun tangga-tangga
sejarah, menuju impian yang kita idamkan.

Tiga hari yang lalu, saya berdiskusi dengan seorang teman. Dari pembicaraan
itu, ada hal yang membuat saya bertanya-tanya *”How can it be”*. Teman saya
menyampaikan, *”terkadang ada saat nya, kami menangis dan tertawa tanpa
alasan yang jelas. Karena dengan menangis itu sendiri, bisa membuat masalah
lebih mereda”.*

Sungguh kondisi itu, membuat saya penasaran. Bagaimana bisa air mata jatuh
tanpa alasan yang jelas, hanya kepingin saja. Mungkin itu pernah anda alami.
Saya tidak tau bagaimana itu bisa. Tapi, terkadang itu terjadi kepada siapa
saja. Sehingga untuk memahami kondisi ini. Saya berusaha untuk mengalami apa
yang disampaikan oleh teman saya.

Kemudian, saya lakukan salah satu tehnik yang dibahas di *Mind-Design
Therapy.* Yaitu untuk memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Dengan
tehnik ini pula, seolah-olah kita bisa tau apa yang difikirkan orang lain.
Benar saja, tiba-tiba saya seperti mau menangis, mata saya berkaca-kaca.

Sementara itu, Saya mencoba bertanya kepada diri untuk memahami, bagaimana
ini bisa terjadi? Entah bagaimana, saya jadi teringat pesan guru saya
di *Ponpes
NLP Pasar Minggu*. *”Jika kamu pernah bertanya kepada dirimu, bagaimana ini
bisa terjadi? Itu menandakan, bahwa kamu tidak SADAR akan dirimu
sendiri”*. Lalu,
saya praktekkan latihan KESADARAN, antara keberadaan tubuh, fikiran dan
perasaan yang timbul tenggelam dalam diri saya.

Akhirnya saya pun menyadari, apa yang terjadi pada diri saya. Menangis tanpa
sebab yang jelas, karena adanya ke*HAMPA*an dan *KEKOSONGAN* diri. Lebih
dalam lagi saya menggali, kehampaan ini muncul karena memikirkan sesuatu
yang diinginkan, namun belum terjadi. Tapi, bila kita mau jujur kepada diri
sendiri, sebenarnya hal itu belum terjadi, karena kita belum melakukannya.
Ketidakmampuan untuk melakukan ini, bisa dikarenakan faktor intenal dan
faktor ekternal. Faktor internal karena belum berani, malu atau mungkin
karena tanpa ada alasan yang jelas. Sementara, faktor external mungkin bisa
disebabkan oleh banyak hal. Tapi, kondisi yang saya dapatkan saat itu,
karena faktor harapan, dan mempertimbangkan akan orang terdekat, yaitu
keluarga.

Selain itu juga, ada fikiran yang muncul. Seandainya apa yang saya inginkan
sudah terjadi, mungkin tidak seperti ini yang saya rasakan. Bahkan ada yang
lebih ekstrim, muncul pemikiran ; buat apa lagi aku hidup, lebih baik aku
mati.

Kembali dengan pertanyaan diatas, bagaimana ini bisa terjadi? Setelah saya
menemukan apa sebenarnya yang difikirkan dan dirasakan. Sebagai
Mind-Therapist, saya mencoba memikirkan, solusi apa yang dapat saya berikan.

Barangkali, shahabat yang baik. Juga pernah mengalami kondisi seperti
diatas. Entah itu ingin menangis tanpa alasan yang jelas, atau mungkin duduk
terdiam tidak tau mengapa. Bisa jadi mungkin bahkan hal lain. Namun, jika
ditelusuri fikiran dan persaan anda, seperti yang telah saya sebutkan
diatas. Anda boleh melakukan cara-cara ini sekarang. Saya yakin, percaya dan
sadar. Cara ini, belum tentu tepat untuk semua orang. Tapi, kita tidak
pernah tau sebelum mencoba melakukannya.

1. Ambillah posisi duduk yang nyaman dan tenang serta aman menurut anda.
2. Berdoa sesuai dengan keyakinan anda. Dengan harapan, agar apa yang
anda fikirkan dan rasakan sekarang, segera bisa kembali sebagaimana
biasanya.
3. Anda boleh melakukan ini sambil memejamkan mata anda atau sembil
menutup mata.
4. Tarik nafas yang dalam, kemudian tahan sejenak dan hembuskan. Lakukan
sebanyak 7 kali.
5. Sadari keberadaan tubuh, dari rambut, sampai keujung kaki. Bila anda
belum terbiasa, boleh gunakan tangan untuk membantu. Dengan mengusap seluruh
tubuh...
6. Sambil anda menyadari keberadaan tubuh. Pusatkan fikiran dan perasaan
anda kepada anggota tubuh yang anda usap/sentuh. Hadirkan kesyukuran,
fikirkan itu.
7. Kemudian rasakan syukur itu, perbesar rasa syukur. Boleh sambil
berlafadz, Alhamdulillah. (*Saat memperbesar rasa syukur ini, anda boleh
perlambat usapan tangan anda pada tubuh, agar bentuk dan rasa syukurnya
lebih mengena*.)

*Bisa jadi, pada saat rasa syukur diperbesar. Anda akan menangis, atau ingin
sujud syukur, atau bahkan melihat semacam ada cahaya putih. Ikuti saja
keinginan dan nikmati saja kondisi itu.*

1. Berdoalah kepada Allah. Mohon untuk diberikan solusi dari
masalah-masalah anda. Mohon agar apa yang anda cita-citakan / inginkan,
segera diwujudkan dan dikabulkan oleh Allah.
2. Buka mata anda, ucapkan Alhamdulillah dengan penuh rasa syukur yang
dalam. Sambil tersenyum.

Shahabat yang terkasih. Bisa jadi hal-hal yang kita anggap itu lebih baik
bagi kita, mungkin saja belum tentu baik bagi Allah. Terkadang kita
menganggap, jika yang kita mau itu tercapai, maka akan membuat kita lebih
bahagia. Tapi, beberapa moment sudah kita lewati, itu akan menjadi biasa
saja setelah tergapai, karena kita membuat perbandingan baru yang lebih
besar.

Jika ada rasa khawatir dan belum muncul keberanian dalam tindakan, mungkin
bisa membaca artikel saya sebelumnya tentang (*Khawatir ; cara menjemput
ajal dengan perlahan-lahan
*).

Selamat mempraktekkan dan semoga bermanfaat. Jika anda mendapat hasil dan
cara ini efektif bagi anda. Sampaikan / sharekan kepada teman-teman dan
shahabat yang membutuhkan. Note ini sangat diizinkan untuk di Copy paste...

Sumber: RAHMADSYAH
Practitioner NLP I 081511448147 I Motivator & Mind-Therapist
www.facebook.com/rahmadsyahI YM ; rahmad_aceh

Tidak ada komentar: