Senin, 10 Maret 2008

Harapan tiada Yang Sia-sia

Harapan adalah Bahan bakarnya cita-cita. Yang mengerakkan badan untuk
bertindak. Dan putus asa menyapa kepada yang Bahan bakarnya telah
habis. Bukankah Kita masih ingat dengan firman Allah. *Bisa jadi apa-apa yang kamu anggap baik, belum tentu itu baik disisi Allah. dan Apa-apa yang kamu anggap tidak
baik, justru itulah yang terbaik bagi Allah... *
Jikalau memang seperti itu, manalah mungkin Allah menciptakan dan menjadikan
takdir kita tanpa kesia-siaan? Itu cara kerja Sunatullah.
*Terkadang kegagalan itu sengaja Allah hadirkan bagi kita, walau mungkin segenap
persiapan sudah kita rangcang sebelumnya*. *Karena Allah ingin mengabari
kepada kita,* *Bahwa terwujud dan terjadinya harapan kita itu, bukanlah
andil kita semata, Melainkan ada wewenang Allah disana...*
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan)
sesuatu, Maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" lalu
jadilah ia. (QS. 2:117).
Oleh karena itu, Mari kita bersama-sama tetap menatap harapan indah didepan
kita. Walau mungkin kita melihat sebongkah cahaya kecil diatas bukit
kegegelapan. Sunguh Allah mengbulkan doa-doa dalam prasangka hambaNya.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu
berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah [2] : 186)

Sumber: RAHMADSYAH
Practitioner NLP I 081511448147 I Motivator & Trauma Therapist
www.rahmadsyah.co.cc I YM ; rahmad_aceh

Tidak ada komentar: