Senin, 10 Maret 2008

Renungan: Sekali Berbuat, Pahala Selamanya.

Siang itu, saat bersiap sholat dhuhur berjamaah dengan murid-murid di sekolah, seorang kawan guru mendadak maju ke depan. Saya katakan mendadak karena iqomah sudah dikumandangkan, dan imam juga sudah berada di posisinya.

Pak guru rekan saya itu memerintahkan semua siswa mengatur shof yang lurus dan rapat. Beliau menjelaskan posisi barisan yang benar dalam sholat. Beliau juga meminta seorang siswa mempraktekkan sujud di depan teman-temannya dan lalu beliau menjelaskan posisi sujud yang benar. Yang masih salah dikoreksi dan diberikan contoh gerakan sholat yang benar. Wow, pelajaran praktek sholat yang singkat tapi padat itu tentu saja mengesankan semua siswa yang ada di situ, karena ini mudah dilihat dan ditiru.

Saya teringat hadits Nabi, ketika manusia mati, semua amalnya terputus kecuali 3 hal: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang senantiasa mendoakan.

Guru berpeluang besar mengajarkan banyak ilmu yang bermanfaat. Yang meskipun nanti dirinya sudah meninggal dunia, selama yang diajar terus mengamalkan ilmu tersebut maka guru tersebut akan mendapatkan (kiriman) pahalanya. Luar biasa. Inilah kelebihan profesi guru yang jarang dimiliki orang yang bekerja di sektor lain...

Saya dan Anda semua pastinya merasakan, banyak kebaikan yang kita amalkan sekarang adalah buah dari pendidikan dan ilmu yang diajarkan para guru kita terdahulu. Mudah-mudahan mereka juga mendapatkan pahala, atas ilmu bermanfaat yang dulu sudah beliau-beliau ajarkan.

Makanya, sebagai guru, ayo kita berlomba terus menerus mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Pertama, karena memang itulah tugas dan kewajiban para guru. Kedua, ada harapan besar, para siswa akan mengamalkan kebaikan yang sudah kita ajarkan, dan itulah buah pahala yang Insya Alloh terus mengalir meski kita sudah meninggal kelak. Oh, betapa bahagianya menjadi guru..

Salam mengajar ikhlas,

/MI

Mohammad Ihsan
Sekjen Ikatan Guru Indonesia

Tidak ada komentar: