Senin, 17 Januari 2011

Formula Baru untuk Standar Kelulusan Siswa

Sumber: Jawa Pos, 14 Desember 2010

JAKARTA
– Kemendiknas dan Komisi X DPR belum mencapai titik
temu untuk merumuskan standar kelulusan siswa sekolah. Namun, pemerintah telah
menentukan formula baru penentu kelulusan.

Mendiknas M. Nuh menegaskan bahwa ujian nasional (unas) bukan
satu-satunya penentu kelulusan siswa. Salah satu unsur kelulusan didapat dari
nilai gabungan. ’’Nilai sekolah ditambah nilai unas akan menjadi nilai
gabungan,’’ ujarnya selesai rapat dengar pendapat (RDP) di DPR kemarin (13/12).

Penentuan nilai sekolah siswa, kata dia, didapatkan dari nilai rapor
semester satu hingga semester empat plus nilai ujian akhir sekolah (UAS). ’’Hasil
rata-rata nilai gabungan nanti tidak boleh kurang dari 5,5. Itu standarnya,’’
terang Nuh.

Sayang, bobot penentu kelulusan belum ditentukan pemerintah. Nuh
menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan besaran bobot untuk menghitung nilai
gabungan. ’’Bobotnya berapa, itu yang belum kami tentukan. Termasuk standar
minimal kelulusan juga belum kami tentukan,’’ ucap mantan rektor ITS itu.

Dia menjelaskan, nilai gabungan yang didapatkan siswa menjadi salah
satu unsur penentu kelulusan. Jika sebelumnya kelulusan ditentukan dengan angka
minimal unas 5,5, nanti angka tersebut belum bisa dianggap sebagai hasil akhir
siswa. ’’Nilai gabungan akan dihitung lagi dengan nilai mata pelajaran
non-unas,’’ tambah Nuh.

Jika tahun depan formulasi baru itu direalisasikan, ungkap dia, sangat
mungkin unas ulangan ditiadakan. Sebab, syarat kelulusan yang diberikan sudah
cukup longgar.

Ketua Panitia Kerja (Panja) Unas Rully Chairul Azwar menegaskan, panja
berharap Kemendiknas bijaksana dalam menentukan bobot sebagai salah satu
perhitungan angka kelulusan. ’’Yang penting dalam formulasi baru itu, angka
kelulusan mengakomodasi nilai rapor dan ujian sekolah,’’ ungkapnya. (nuq/c5/dwi)

Segera Diproduksi, Komputer Tablet Seharga Rp 1 Juta

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Organisasi Satu Laptop Per Anak atau One Laptop Per Child (OLPC) telah diberi dana 6,6 juta dolar AS untuk mengembangkan komputer tablet versi pendidikan. Dana tunai itu datang dari pembuat prosesor Marvell yang menjadi pendukung dan sponsor organisasi itu awal tahun 2009.

OLPC mengatakan, Rabu waktu setempat (6/10), bantuan itu berarti semua dana untuk pengembangan komputer. Menurut OLPC, pengembangan pertama komputer tablet itu akan diperlihatkan pada pameran Consumer Electronics Show Januari 2011.

Dana tunai yang diserahkan Marvell akan mengembangkan versi komputer tablet dari XO, komputer yang dirancang untuk mendorong pendidikan di negara-negara berkembang.

Mesin komputer itu diberi kode XO-3 karena menjadi produk ketiga yang dihasilkan OLPC. Sebelumnya organisasi ini menghentikan rencana membuat XO-2 yang dirancang menjadi buku elektronik.

Prototipe awal dari XO-3 kemungkinan akan didasarkan pada mesin Moby yang telah dibuat Marvell. Produk akhir XO-3 akan siap tahun 2012.

OLPC membuat komputer tablet ini untuk membuat laptop hanya seharga 100 dolar AS atau sekitar Rp 1 juta yang bisa dibeli dalam jumlah besar untuk negara-negara miskin yang berkeinginan agar anak-anak menggunakan komputer.

Produk akhir OLPC tahun 2007 akhirnya seharga 199 dolar AS (kurang dari Rp 2 juta) dan tidak dijual dalam jumlah besar seperti keinginan semula. Sampai sekarang 1,4 juta laptop XO telah diedarkan.

Red: Endro Yuwanto
Sumber: ap/bbc

http://m.republika.co.id/berita/trendtek/gadget/10/10/07/138771-segera-diproduksi-komputer-tablet-seharga-rp-1-juta

Klik link berikut untuk latihan soal interaktif siswa SMP kelas IX

Untuk anak2ku semua, untuk mempersiapkan UN 2011 silahkan pelajari link berikut:
http://www.questionwritertracker.com/index.php/quiz/display?id=566&token=GC63AH6W
atau
http://www.questionwritertracker.com/index.php/quiz/display?id=566
Selamat mencoba dan mudah2n bermanfaat.

Semoga sukses UN 2011!!